sejarah

OUTLINE PROFILE

 LPPOM MUI PROVINSI BENGKULU

Sejarah dan Latar Belakang

Tragedi nasional tentang Merebaknya isu lemak babi pada Desember 1988  yang mengguncang ketenangan batin umat, memberikan kesepakatan para ulama, pakar kecendikiawan muslim untuk membentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia yang disingkat LPPOM-MUI. Lembaga ini dikukuhkan dengan SK No. KEP 018/MUI/I/1989 tanggal 06 Januari 1989 M/ 28 Jumadil Awal 1409 H. Sesuai dengan amanah MUI, lembaga ini berusaha menangani berbagai masalah bidang pangan, obat dan kosmetika yang berhubungan dengan kehalalan produk tersebut.

LPPOM-MUI berulang kali mengadakan seminar, diskusi dengan para pakar, termasuk pakar ilmu syari’ah dan kunjungan-kunjungan yang bersifat studi banding serta mudzakarah. Semua dikerjakan dengan tujuan mempersiapkan diri untuk menetapkan prosedur sertifikasi halal. Pada tahun 1994 LPPOM MUI mulai mengeluarkan sertifikat halal.

Pada tahun 1991 dalam rangka pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, IPB memberikan izin kepada beberapa tenaga ahli untuk berkiprah membantu Majelis Ulama Indonesia. Keja sama tersebut dikukuhkan dengan SK No. 023/PT39.H/H/1993 dan 705/MUI/XI/1993

Pada tanggal 21 juni 1996, ditetatapkan Piagam Kerjasama dengan Departemen Kesehatan (Ditjen POM), Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia tentang pencatuman label “Halal” pada makanan. Dalam proses pelaksanaan sertifikasi halal, LPPOM MUI juga melakukan kerjasama dengan instansi terkait lainnya, termasuk dengan berbagai lembaga sertifikasi halal luar negeri.  Dalam merancang beberapa peraturan atau regulasi yang berkaitan dengan kehahalan suatu produk LPPOM MUI senantiasa senantiasa dilibatkan dalam penyusunannya.

Untuk menciptakan ketenangan disemua lapisan masyarakat termasuk kepada setiap lapisan yang berada di daerah-daerah maka dibentuk LPPOM-MUI di masing-masing Provinsi, atas dasar putusan rapat kerja nasional  MUI bersama ketua-ketua  MUI Daerah Tk. 1 seluruh Indonesia pada tanggal 13 Agustus 1994 di Jakarta tentang LPPOM-MUI.  Kemudian Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bengkulu melanjuti  dalam rapat Pleno MUI Provinsi Bengkulu tanggal 20 November 2000 setelah mendengarkan saran dan masukan dari seluruh anggota sehingga menghasilkan kesepakatan pembentukan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia yang disingkat dengan LPPOM-MUI Provinsi Bengkulu.

Bengkulu pada 28 April 2001.




  • Share: